Tanggal Publikasi : 2026-03-29
Jambi – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Drs. H. Putut Riyatno, M.Kes, menghadiri agenda strategis kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU., di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (PVP) Jambi, Sabtu (7/3). Kehadiran BKKBN dalam kegiatan ini mempertegas komitmen lintas sektor dalam mengelola bonus demografi melalui penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ini mengangkat tema besar: "Menciptakan Generasi CamKoHa (Cakap, Kompeten, dan Handal)." Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi turut mendampingi Wamenaker dalam prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) bersama para mitra kerja yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah, sektor swasta/perusahaan, serta kepala sekolah menengah negeri di Provinsi Jambi.
Wamenaker Afriansyah Noor dalam sambutannya menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah berada pada periode krusial bonus demografi. Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia non-produktif ini harus dikelola dengan serius agar tidak menjadi beban sosial. "Angka pengangguran yang ada hari ini sangat sinkron dengan sulitnya pertumbuhan kerja dan tantangan dalam mencari pekerjaan. Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan seluruh stakeholder," ujar Wamenaker.
Beliau menambahkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah telah merumuskan program strategis yang berorientasi pada penguatan daya saing global, digitalisasi pelayanan vokasi, dan akselerasi kemitraan untuk menjawab tantangan industri masa depan. Penguatan Fasilitas di Jambi dan Pelatihan Nasional Terkait infrastruktur, Wamenaker mengungkapkan bahwa dari 21 Balai Besar yang tersebar di 16 provinsi, Jambi memiliki satuan pelayanan yang akan terus dilengkapi. "Kami menyadari fasilitas di Jambi memang belum lengkap, namun insyaallah pada tahun 2026 ini kita akan melengkapi fasilitas pelatihan agar anak-anak muda di Jambi memiliki akses yang setara," ungkapnya.
Salah satu inisiatif unggulan yang disosialisasikan adalah program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar 70.000 lulusan SMA dan SMK periode 2023-2024. Program ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, bahkan peserta mendapatkan uang transportasi sebesar Rp20.000 setiap sesi pelatihan sebagai bentuk dukungan nyata dari Presiden RI.
Sinergi BKKBN dan Kemenaker Keterlibatan BKKBN dalam sinergi ini merupakan langkah preventif dalam memastikan pertumbuhan pasar kerja yang sehat bagi keluarga Indonesia. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menyampaikan bahwa penyiapan generasi "CamKoHa" sangat sejalan dengan visi BKKBN dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Remaja yang cakap dan memiliki kemandirian ekonomi melalui kompetensi vokasi akan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan keluarga di masa depan. (edp)